Minggu, 20 Mei 2012
Hiking
Satu lagi pengalamanku yang luar biasa serunya, yaitu pergi ke air terjun pas Leadership Camp. Air terjun mungkin udah biasa buat kita, tapi ini bener-bener yang nggak biasa. Baru pertama ini juga aku pergi ke air terjun se-seru ini. Semak aja deh ceritanya...
Hari itu, Selasa (17 April) kami (siswa SABogor) masih dalam kegiatan Ladership Camp di kaki Gunung Salak, tepatnya di Cidahu. Pagi hari aku harus melawan dinginnya udara gunung dan mandi dengan “air es”. Dinginnya ampun dehh... Selesai makan kami sibuk dengan kegiatan masing-masing, ada yagn main bola, nyantai, berfoto ria dll. Tapi sebelum itu kami udah senam pagi, jadinya udah seger buger hahah...
Sekitar jam 8 lebih mungkin yaa, kami bersiap-siap menuju air terjun. Mungkin ini bisa dibilang hiking kali ya. Setelah semuanya siap untuk berangkat, langsung deh kami pergi. Tentunya dengan berjalan kaki donk. Boro-boro naik mobil, motor aja belum tentu bisa lewat..
Selama perjalanan, kami menuruni banyak banget tangga. Entah berapa anak tangga. Setelah tangga dituruni, lewat sawah yang sawahnya bener-bener kayak di Bali (sengkedan). Nah abis itu masuk ke hutan, pohonnya gede-gede, tapi ga tau pohon apa namanya. Setelah melewati perjalanan yang panjang dengan lebar jalan mingkin hanya cukup untuk satu orang, akhirnya kami nyampe di air terjunnya....
Kesan pertama saat nyebur ke kolam, di bawah air terjun adalah, dingggiiiiinnnn banget nget airnya (lebai.com). Mungkin baru pertama kali aku ngerasain air sedingin itu... air terjunnya keren kok, walaupun ga tinggi-tinggi amat, dan yang jelas airnya jernih banget...
Teman aku ada yang hampir tenggelam gara-gara nyoba untuk berenang deket air terjun yang debit airnya cukup besar. Tapi untuk ada duo “superman” yang menyelamatkannya...
Nah pas baliknya, capek banget gilaa,, kami harus naiki tangga yang tadi kami turuni.. tapi seru banget dehhh...
Dari cerit tersebut, banyak banget yang bisa kita ambil hikmahnya yaitu :
• Untuk mencapai apa yang kita inginkan itu tidaklah mudah, banyak hambatan dan rintangan yang harus kita lewati. Seperti ceritaku, aku harus menuruni tangga, melewati sawah, melewati hutan, melewati sungai hanya untuk mencapai/menikmati air terjun itu.
• Kita tidak boleh terlana atas semua nikmat yang telah kita peroleh. Dalam cerita tadi, temanku terlalu menikmati air terjunnya, dia telah terlena terhadap kemungkinan buruk yang akan dia hadapi. Dan benar, dia hampir tenggelam, untung saja masih ada duo “superman” itu,
• Untuk mencapai apa yang kita inginkan, kita juga harus bekerja keras dan saling membantu satu sama lain....
Rabu, 16 Mei 2012
Leadership Camp
April lalu, sekolahku mengadakan Leadership Camp. semuanya siswa dan guru berangkat ke Batu Tapak Camping Ground, Cidahu, Sukambumi. Dua hari di sana (16-17). Sumpah deh seru banget. Lokasinya ga jauh dengan Gunung Salak. Yah, Gunung Salak yang baru-baru ini heboh gara-gara ada Sukhoi nyungsep di sana. untung aja pas kemah ga ada pesawat yang nyungsep.
selama dua hari satu malam di sana, aku menikmati banget suasana yang ada di sana dengan berbagi macam kegiatan. dan yang bikin aku kagak kuat adalag, suhunya yang super dingin. dan sebelumnya aku tinggal di Sumatera yang ga perna ngrasain dinginnya udara di gungung. apalagi airnya, sumpah deh dingin kayak air es....
bermalam di tenda enak juga, bersama enam temanku, aku tidur di tenda yang kami buat siangnya.. seru dehhhh..... dan yang penting dapet kaooosssss
Minggu, 25 Maret 2012
Agen Sosialisasi
Agen sosialisasi yang berpengaruh kuat terhadap kepribadian saya adalah :
1. Keluarga
Dalam sosialisasi, menurut saya keluarga adalah agen sosialisasi yang sangat berpengaruh terhadap kepribadian saya. Keluarga juga menjadi dasar terhadap pembentukan kepribadian. Mulai dari keluarga-lah kepribadian saya terbentuk. Dalam keluarga, sifat orangtua juga berpengaruh terhadap sifat keturunanya. Orangtua saya juga sangat mengontrol setiap sikap yang saya lakukan. Mereka akan membenarkan jika terdapat sikap yang kurang baik pada diri saya. Dalam keluarga saya, sikap yang sangat ditonjolkan adalah saling menghargai, taat beribadah serta menghindari sikap egois. Jika seorang anak dididik dengan baik, maka kelak dewasanya juga akan menjadi baik, dan sebaliknya.
2. Teman bermain
Teman bermain/teman pergaulan juga berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap dewasanya nanti. Jika seorang anak bermain bersama anak yang suka bermain bola, maka anak tersebut juga akan menyukai sepakbola. Demikian juga, bila seorang anak bermain game bersama teman bermainnya, maka anak tersebut juga akan menyukai game. Oleh karena itu, orangtua harus selektif dalam memilih teman bermain anaknya karena berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian seorang anak. Jika ia bermain dengan anak yang nakal/bandel, ia juga akan terpengaruh.
3. Media massa
Dalam kehidupan saya, media massa juga berpengaruh terhadap kepribadian. Misalnya, saya akan mengikuti mode pakaian yang dikenakan oleh bintang film di TV. Ketika saya merasa itu baik, saya akan mengikutinya/menirunya. Demikian juga pada anak-anak, jika mereka suka menonton film action, maka anak-anak akan menyukai perkelahian. Selain media cetak dan elektronik, internet juga akan berpengaruh seperti facebook, dan twitter.
4. Sekolah
Menurut saya, sekolah juga berperan penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Di sekolah kita diajarkan tentang kedisiplinan, kemandirian, saling menghormati serta belajar bertanggung jawab. Kita selalu diberi tugas oleh guru tujuannya adalah melatih kita untuk bisa bertanggung jawab. Di sekolah juga selalu ditanamkan sikap kedisiplinan, dimana setiap siswa harus mematuhi peraturan sekolah, jika melanggar, pasti mendapat hukuman.
5. Agen-agen lain
Dalam hal ini, agen-agen lain adalah tetangga dan masyarakat. Mereka juga mempengaruhi kepribadian seseorang. Mereka akan saling berinteraksi karena dekat dengan kita. Contohnya adalah ketika seorang keluarga hidup di lingkungan perkotaan, maka mereka akan cenderung berprilaku kota. Ketika seorang keluarga hidup di lingkungan yang kumuh, secara otomatis mereka juga akan menjadi keluarga yang kumuh.
Kesimpulan
Agen-agen sosialisasi sangat mempengaruhi kepribadian seseorang. Antar agen-agen sosial juga saling berkaitan. Intinya, agen-agen sosial adalah orang/media yang dekat dengan kita yang bisa mempengaruhi kepribadian kita.
1. Keluarga
Dalam sosialisasi, menurut saya keluarga adalah agen sosialisasi yang sangat berpengaruh terhadap kepribadian saya. Keluarga juga menjadi dasar terhadap pembentukan kepribadian. Mulai dari keluarga-lah kepribadian saya terbentuk. Dalam keluarga, sifat orangtua juga berpengaruh terhadap sifat keturunanya. Orangtua saya juga sangat mengontrol setiap sikap yang saya lakukan. Mereka akan membenarkan jika terdapat sikap yang kurang baik pada diri saya. Dalam keluarga saya, sikap yang sangat ditonjolkan adalah saling menghargai, taat beribadah serta menghindari sikap egois. Jika seorang anak dididik dengan baik, maka kelak dewasanya juga akan menjadi baik, dan sebaliknya.
2. Teman bermain
Teman bermain/teman pergaulan juga berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap dewasanya nanti. Jika seorang anak bermain bersama anak yang suka bermain bola, maka anak tersebut juga akan menyukai sepakbola. Demikian juga, bila seorang anak bermain game bersama teman bermainnya, maka anak tersebut juga akan menyukai game. Oleh karena itu, orangtua harus selektif dalam memilih teman bermain anaknya karena berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian seorang anak. Jika ia bermain dengan anak yang nakal/bandel, ia juga akan terpengaruh.
3. Media massa
Dalam kehidupan saya, media massa juga berpengaruh terhadap kepribadian. Misalnya, saya akan mengikuti mode pakaian yang dikenakan oleh bintang film di TV. Ketika saya merasa itu baik, saya akan mengikutinya/menirunya. Demikian juga pada anak-anak, jika mereka suka menonton film action, maka anak-anak akan menyukai perkelahian. Selain media cetak dan elektronik, internet juga akan berpengaruh seperti facebook, dan twitter.
4. Sekolah
Menurut saya, sekolah juga berperan penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Di sekolah kita diajarkan tentang kedisiplinan, kemandirian, saling menghormati serta belajar bertanggung jawab. Kita selalu diberi tugas oleh guru tujuannya adalah melatih kita untuk bisa bertanggung jawab. Di sekolah juga selalu ditanamkan sikap kedisiplinan, dimana setiap siswa harus mematuhi peraturan sekolah, jika melanggar, pasti mendapat hukuman.
5. Agen-agen lain
Dalam hal ini, agen-agen lain adalah tetangga dan masyarakat. Mereka juga mempengaruhi kepribadian seseorang. Mereka akan saling berinteraksi karena dekat dengan kita. Contohnya adalah ketika seorang keluarga hidup di lingkungan perkotaan, maka mereka akan cenderung berprilaku kota. Ketika seorang keluarga hidup di lingkungan yang kumuh, secara otomatis mereka juga akan menjadi keluarga yang kumuh.
Kesimpulan
Agen-agen sosialisasi sangat mempengaruhi kepribadian seseorang. Antar agen-agen sosial juga saling berkaitan. Intinya, agen-agen sosial adalah orang/media yang dekat dengan kita yang bisa mempengaruhi kepribadian kita.
Sabtu, 18 Februari 2012
Tanpa Judul
oke, saya akan menceritakan curahan hati saya tentang Lion House.
Saat pertama kali kenal dengan anak Lion House, aku sudah tak asing dengan wajah mereka. Sepertinya aku sudah pernah melihat wajah mereka sebelumnya. Padahal semua anak Lion House tak ada yang satu daerah denganku. Pertama bertemu, bekerja sama, sharing bareng House Advisor aku masih merasa belum kenal dekat dengan mereka, yah seperti teman biasa.
Selama di sini, kami dituntut untuk bisa bekerja sama dengan member Lion House. Jadi tak heran jika kami selalu bertemu, berkumpul dan membahas sesuatu. Hingga akhirnya, aku merasa mereka adalah keluargaku sendiri. Apalagi di sini aku ga ada keluarga. Mungkin aku menganggap mereka sebagai keluarga karena kami sudah sangat akrap satu sama lain. Selama di sini, kami tertawa bersama, senang bersama, sedih bersama, kecewa bersama, kumpul bersama, makan bersama. Hal inilah yang membuat aku menjadi sangat dekat dengan mereka. Ada 23 anak Lion. Disebutnya sih biasanya Lion Jantan dan Lion Betina. Enatah siapa yang memberi julukan itu. Dan kami jadikan kata "waw wew wow" sebagai penyemangat kami. Entah kenapa dengan kata itu kami jadi semangat.
Sekarang, aku benar-benar merasa mereka adalah keluargaku, mereka bagian dari hidupku. Momen-momen yang sangat bahagia di sini adalah berkumpul dengan mereka, bercanda dengan mereka dan sebagainya. Meski sifat dan karakter kami sama, kami tetep bisa bersatu dan solid.
Di Lion House, aku juga merasa ada temen yang paling berkesan. Mereka sabar, dewasa, bijak dan selalu sayang sama membernya. Mereka adalah House Leader kami. Maya and Niel. Mereka sangat sabar dalam setiap masalah yang ada. Mereka bisa mengatasi semua masalah yang ada. Mereka bisa membuat kami semangat. Walaupun mereka sering berantem, adu mulut ga jelas, Tapi itulah kebahagiaan kami. Aku sangat seneng katika kami berkumpul bersama, entah untuk makan, meeting atau bahas sesuatu bahkan untuk bercanda. Dan mungkin itulah sahabat kami sesungguhnya, meski aku ga pernah curhat sama mereka (maklum, anak Lion suka mendem perasaan). Benar-benar, mereka seperti orang tua di sini, Maya selalu ingetin buat mandi, makan, kumpul, ini lah itu lah bahkan aku sering diingetin tentang etika yang buruk. Kalau Niel, dia suka ingetin PR (sekelas), bangunin tidur (kadang), ingetin shalat, dan apapun itu. Dan semua anak Lion juga ga beda jauh dengan Maya dan Niel. Thanks Lion House
Niel, Gilang,, Dzakir, Jalal, Hedi, Ismail, Rizki, aku, Yossi, Maya, Hasanah, Naja, Rana, Rani, Lusi, Ismi, Hanifah, Lia, Micelyn, Nissa, Echii, Fera, Zulfa and Ms. Ana
Minggu, 12 Februari 2012
Art and Craft Festival
Pada tanggal 19 dan 20 Januari 2012, sekolahku (Sampoerna Academy Bogor) mengadakan Art and Craft Festival. Seperti nama event nya sendiri, kegiatan ini memang dikhususkan untuk bidang seni. Acara ini diadakan tiap tahunnya, dan ini merupakan acara yang pertama di Sampoerna Academy Bogor. Acaranya sangat meriah, berbagai macam lomba dilombakan. Perlombaan ini berdasarkan house, jadi tiap house mempunyai ciri khas tersendiri dan kreatifitas yang berbeda. Dalam lomba kali ini, kegiatan yang dilombakan yaitu : folksong, traditional dance, modern dance, singing competition, poems (puisi), melukis dan karaoke untuk dewan guru. Semua house sangat antusias mengikutinya, termasuk houseku, Lion House. Untuk folksong, kami menyanyikan lagu Ampar-Ampar Pisang dengan kostum adat masing-masing daerah. Traditional dance kami membawakan tarian betawi.
Kami sangat kaget ketika pemenang lomba diumumkan, Lion House mendapat peringkat 1 Folksong, peringkat 1 melukis, dan peringkat 2 singing competition (Nathaniel Juniar).
Kami sangat kaget ketika pemenang lomba diumumkan, Lion House mendapat peringkat 1 Folksong, peringkat 1 melukis, dan peringkat 2 singing competition (Nathaniel Juniar).
Langganan:
Postingan (Atom)


